Skip to main content

Apakah Saya Harus Mulai Beli Asuransi?

Salah satu pertanyaan yang pasti terpikirkan oleh Anda ketika membaca artikel ini. Mungkin Anda baru saja menolak penawaran yang diberikan oleh Agen Asuransi. Atau mungkin Anda sering mendengar bahwa asuransi itu penipuan. Daripada semakin penasaran, mari kita coba buat skenarionya:

“Charles, pria berusia 30 tahun yang sedang berjuang demi karirnya di Ibu Kota Indonesia. Sejak tahun 2014, beliau sudah sangat menaruh perhatian tentang ilmu perencanaan keuangan. Kurang lebih 6 tahun pengalamannya, secara rutin menyisihkan pendapatnya untuk berinvestasi. Namun dia belum memutuskan beli asuransi, karena tidak ada produk yang memberikan manfaat yang diharapkannya. Hingga suatu ketika, di akhir tahun 2019, beliau mendapatkan penawaran asuransi kesehatan dari kolega nya. Apa yang menjadi pertimbangan Charles? “

Tidak beli asuransi, lalu sakit

Charles terkena tipes dan dokter mewajibkan untuk dirawat di rumah sakit. Beberapa fakta mengenai perawatan di rumah sakit

  • Menurut hasil riset, inflasi biaya kesehatan di Indonesia adalah di angka sekitar 10% per tahun
  • Saat ini, dirawat di rumah sakit sepertinya sudah sering kita lihat. Sakit yang sederhana seperti tipes, DBD, Keracunan Makanan bisa membuat seseorang dirawat di rumah sakit 4-5 malam.

Yang terjadi: Charles terpaksa menggunakan dana tabungan yang sebenarnya sudah dialokasikan untuk pergi tamasya beberapa bulan kemudian. Dan biaya untuk dirawat selama 4 hari di salah satu Rumah Sakit di Jakarta hampir mencapai 20 juta Rupiah. Bagaimana jika Charles tidak mempunyai dana tabungan? Apakah berhutang merupakan pilihan yang baik?

Tidak beli asuransi, sehat seumur hidup

Merupakan harapan Charles. Dan tentunya merupakan harapan setiap manusia juga. Tidak beli dan membayar premi secara rutin setiap tahunnya, dana tabungan Charles tentu menjadi lebih banyak. Dana tersebut bisa digunakan untuk belanja, atau mungkin bertamasya ke luar negeri.

Beli Asuransi, Sehat Seumur Hidup

Sesuai dengan ilmu perencanaan keuangan pada umumnya, Charles menyisihkan 10% pendapatan bulannya untuk membayar premi asuransi kesehatan. Charles menganggap asuransi itu layaknya menyediakan payung sebelum hujan. Namun dengan selalu membayar premi asuransi, Charles sudah terproteksi dan bisa fokus untuk mencapai tujuan keuangan lainnya dengan lebih nyaman.

Beli Asuransi, Klaim Manfaat Asuransi

Charles memutuskan untuk beli asuransi kesehatan murni dari penawaran koleganya. Seperti dengan ilustrasi pertama, bahwa Charles dirawat di rumah sakit dengan biaya hampir 20 juta, semua biaya tersebut ditanggung oleh Asuransi Kesehatan secara Cashless. Charles terhindarkan risiko kerugian finansial karena keharusan membayar biaya rumah sakit. Charles bisa tetap dengan nyaman bertamasya menggunakan dana yang sudah dialokasikan sebelumnya.

Bagaimana dengan Anda?

Ah. Cerita di atas hanya merupakan karangan saja. Boleh saja Anda berpendapat seperti itu. Namun satu pertanyaan untuk bersama kita renungkan bersama

Jika suatu saat saya terkena risiko sakit, cacat tetap, meninggal, apakah keuangan saya sudah siap?

Jangan segan untuk berdiskusi mengenai kebutuhan asuransi Anda kepada kami. Silahkan klik link di bawah ini untuk konsultasi gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *