Skip to main content

Asuransi Kesehatan vs BPJS. Yakin BPJS Cukup?

Asuransi Kesehatan vs BPJS, pilih yang mana ya?

Jika Anda pengguna BPJS atau Anda memiliki teman yang menggunakan BPJS, pasti tidak asing dengan ungkapan-ungkapan berikut,

“Kemarin aku sakit dan menggunakan BPJS, tapi kok tidak ditanggung semua ya? Sebagiannya harus aku bayar sendiri padahal sudah mengikuti prosedur.”

atau

“Kemarin berobat tapi tidak pakai BPJS. Rumah sakit dokter langgananku tidak bekerjasama dengan BPJS soalnya.”

Dan lain sebagainya.

Ya, BPJS memang terkenal murah dengan biaya premi mulai dari 42 ribu rupiah per bulan (Kelas III) hingga 150 ribu rupiah per bulan (Kelas I).

Dengan premi yang sangat terjangkau ini, BPJS sudah banyak sekali membantu seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Di balik premi BPJS yang terjangkau ini, tentu saja BPJS masih memiliki keterbatasan. Dalam artikel ini, akan dibahas beberapa perbedaan Asuransi Kesehatan dan BPJS.

Asuransi Kesehatan vs BPJS : Jaringan Rumah Sakit

Ya, jaringan rumah sakit BPJS sangatlah terbatas jumlahnya. Jika Anda memiliki dokter langganan yang hanya berpraktik di rumah sakit tertentu dan rumah sakit tersebut tidak bekerjasama dengan BPJS, maka Anda terpaksa membayar dengan uang Anda sendiri atau menggunakan asuransi kesehatan yang Anda miliki.

Sebaliknya, klaim asuransi kesehatan umumnya bisa dilakukan di seluruh rumah sakit. Bedanya, klaim akan berupa reimbursement untuk rumah sakit yang tidak bekerjasama dengan asuransi kesehatan Anda dan cashless untuk rumah sakit yang bekerjasama.

Selain itu, BPJS juga tidak bisa digunakan ketika Anda berobat keluar negeri. Tentu saja, namanya juga jaminan kesehatan nasional, bukan?

Asuransi Kesehatan vs BPJS : Proses

Nyatanya, sistem BPJS memang cukup rumit. Pertama-tama, Anda harus pergi ke faskes I (puskesmas atau klinik) yang telah ditentukan khusus untuk Anda, baru setelah itu Anda mendapatkan surat rujukan menuju rumah sakit yang ditentukan oleh faskes kesehatan bersangkutan.

Bayangkan jika Anda mengalami sakit ketika sedang berjalan-jalan di Raja Ampat, lalu faskes I Anda adalah puskesmas di Bekasi. Tidak mungkin Anda menunda pengobatan hingga kembali ke Bekasi, bukan?

Sementara itu, proses antrian yang sangat panjang dan lama juga sering menjadi keluhan peserta BPJS. Wajar saja, 83% atau tepatnya 224,1 juta dari 269 juta penduduk Indonesia adalah peserta BPJS. Bisa Anda bayangkan banyaknya orang sakit yang mengantri tiap harinya.

Sementara, Asuransi Kesehatan jauh unggul dalam hal kecepatan pelayanan, fleksibilitas memilih rumah sakit, dan kenyamanan fasilitas rawat inap yang diberikan.

Asuransi Kesehatan vs BPJS : Tarif INA-CBGs

Jumlah penggantian biaya berobat peserta BPJS berdasarkan pada tarif INA-CBGs, yaitu tarif berobat yang sifatnya tetap berdasarkan jenis perawatan yang diberikan. Dengan kata lain, jika Anda didiagnosa diabetes mellitus, BPJS telah menentukan besaran tarif yang akan dibayarkan bahkan sebelum pengobatan selesai dilakukan.

Sebagai contoh jika menurut tarif INA-CBGs, Anda hanya perlu dirawat inap 5 hari, lalu tiba-tiba bertambah menjadi 10 hari karena kondisi Anda yang memburuk, maka BPJS hanya akan membayar biaya perawatan untuk 5 hari di awal dan sisanya harus Anda bayar sendiri.

Asuransi Kesehatan vs BPJS : Premi

Seperti yang telah disebutkan di awal, premi BPJS kesehatan sangatlah terjangkau. Dimulai dari 42 ribu rupiah, Anda sudah bisa menikmati berbagai keuntungan BPJS yang akan dijelaskan secara lebih lanjut di bawah.

Dengan premi yang sangat terjangkau tersebut, bisa dibilang BPJS sudah memberikan manfaat yang cukup lengkap. Misalnya, tanpa adanya batasan plafond, tanpa medical check-up, tidak mengenal pre-existing condition (Penyakit bawaan).

Asuransi Kesehatan vs BPJS : Jenis-Jenis Manfaat Kesehatan yang Diberikan

BPJS menerima klaim rawat inap, rawat jalan, persalinan, gigi hingga optik. Manfaat seperti ini sangat sulit untuk diterima asuransi kesehatan swasta. Biasanya, asuransi kesehatan hanya menawarkan klaim rawat inap atau paling maksimal ditambah dengan rawat jalan.

Umumnya, asuransi kesehatan hanya menyediakan rawat inap dan rawat jalan. Jika ada asuransi kesehatan yang memberikan tambahan fasilitas selain rawat inap dan rawat jalan, hampir pasti preminya akan sangat tinggi.

Asuransi Kesehatan vs BPJS : Persyaratan

Asuransi kesehatan mewajibkan Anda untuk melakukan medical check-up agar pihak asuransi bisa memperoleh data kesehatan Anda. Tujuannya adalah untuk mengetahui pre-existing condition, termasuk penyakit bawaan yang biaya pengobatannya tidak akan ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Kerumitan seperti ini tidak akan terjadi pada BPJS yang mana Anda hanya tinggal mengisi formulir secara online, membayar iuran dan menerima kartu identitas BPJS yang selanjutnya dapat digunakan ketika Anda berobat.

Kesimpulan

Setelah membaca beberapa perbandingan ini, BPJS dan Asuransi Kesehatan memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Idealnya, jika Anda tidak memiliki kendala keuangan, Anda harus memiliki asuransi kesehatan dan BPJS untuk mengantisipasi kekurangan yang dimiliki tiap jaminan kesehatan tersebut.

Nyatanya, premi asuransi kesehatan tidaklah semahal itu selama Anda cermat dalam memilih produk asuransi kesehatan terbaik bagi Anda.

Salah satunya adalah Asuransi Kesehatan Maestro Optima Care , produk Asuransi Kesehatan Murni dari AXA yang memiliki limit hingga 50 miliar per tahun dan sudah termasuk penggantian biaya rawat jalan.

Klik tombol di bawah agar Anda bisa langsung terhubung dengan agen terpercaya kami dan temukan asuransi kesehatan terbaik yang sesuai bagi Anda dan keluarga.

Lindungi diri Anda dan keluarga sebelum terlambat!

Informasi Artikel Terkait:

Asuransi Kesehatan Murni Maestro Optima Care

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *